Zadok Yohanna: Sensasi baru Nigeria milik Brighton

Zadok Yohanna

Zadok Yohanna: Sensasi baru Nigeria milik Brighton yang bermain ‘seperti Lamine Yamal’ dan menjadi penjualan termahal dalam sejarah sepak bola Swedia

Brighton bergerak cepat mendahului Chelsea dan Newcastle untuk mengamankan jasa seorang winger berusia 19 tahun dengan mahar pemecah rekor senilai €28 juta.

Ketika seorang talenta muda menyerang yang cemerlang dengan kontrol rapat dan kemampuan menggiring bola yang tajam muncul di liga Eropa, perbandingan dengan bintang-bintang muda paling bersinar di dunia sepakbola menjadi tak terhindarkan dan umumnya hanya ditertawakan. Namun ketika rekan-rekan setim Anda sendiri mulai membandingkan olah kaki memukau Anda dengan Lamine Yamal, orang-orang mulai memberi perhatian.

Di usianya yang baru 19 tahun, winger asal Nigeria Zadok Yohanna telah mencatatkan sejarah dengan merampungkan transfer besar senilai €28 juta ($32 juta) dari raksasa Swedia AIK ke Brighton, menjadikannya penjualan termahal dalam sejarah Allsvenskan.

Seorang winger lincah yang meneror bek sayap ketika ia menusuk dari sisi kanan, Yohanna memiliki potensi berlimpah. Namun transfer ke Premier League ini datang hanya setelah satu tahun di Swedia, membuat banyak pihak bertanya-tanya seberapa besar peran yang akan diberikan kepadanya musim ini. GOAL mengulas lebih dalam latar belakang sang pemain…

Tempat semuanya bermula

imago-sport-1077821306.jpg

Yohanna bukanlah sosok asing dalam urusan mengambil langkah besar di usia muda. Jalannya menuju Premier League dibangun di atas pengorbanan yang luar biasa. Tumbuh besar di Bauchi, Nigeria, ia mengambil lompatan besar pertama demi mewujudkan impiannya menjadi pesepak bola profesional ketika meninggalkan rumah pada usia “antara 12 dan 13 tahun” untuk bergabung dengan Ikon Allah Football Academy.

“Tempatnya sangat jauh dari kediaman keluarga saya, jadi itu sangat berat bagi saya,” ujar Yohanna kepada Aftonbladet. “Pada awalnya, saya banyak menangis karena rindu semua orang.”

Didorong oleh sang ayah, yang mengatakan kepadanya “Baiklah, mari kita coba,” Yohanna pun menceburkan diri ke dunia sepak bola. Bakat alaminya terlihat sejak dini, meski mungkin ia sedikit terlalu bersemangat.

“Waktu itu, kami boleh melakukan dua sentuhan, tapi saya sering melupakannya dan malah menggiring bola,” kenangnya sambil tertawa. “Lalu, pelatih memberi tahu saya bahwa saya harus mengecoh dua pemain dulu sebelum boleh melepaskan bola!” Naluri menggiring bola itu terus mengikutinya hingga ke Swedia saat ia menandatangani kontrak dengan AIK pada 2025.

Pindah ke Eropa Utara berarti harus beradaptasi dengan tuntutan taktik dan intensitas yang baru, tetapi ia bertekad untuk melangkah jauh dalam sepak bola: “Sepak bola adalah segalanya bagi saya. Tidak ada alternatif lain; hanya ada sepak bola.”

AIK menemukannya saat melakukan perjalanan pemantauan bakat di Afrika pada awal 2025 dan memutuskan untuk membawanya ke Swedia, di mana ia menghabiskan satu bulan bersama tim Under-19 sebelum menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub tersebut.

Terobosan besar

imago-sport-1076965498.jpg

Yohanna tak butuh waktu lama untuk menerangi sepak bola Swedia. Hanya dalam 18 penampilan di seluruh kompetisi, ia mencetak lima gol dan mencatatkan empat assist untuk AIK.

Momen yang menjadi sorotan hadir dalam laga Allsvenskan melawan Halmstad pada April, saat ia menjebol gawang dengan gol dramatis penentu kemenangan pada menit ke-83. Setelah membuang peluang emas dengan menghantam tiang gawang di babak pertama, ia menebus kesalahannya dengan menerobos dua bek dan melesakkan bola melewati kiper.

“Saya selalu ingin bergerak maju setiap kali menguasai bola,” ujar Yohanna setelah penampilan menonjol tersebut. “Saya tahu saya bagus dalam duel satu lawan satu.”

Penampilannya membuat rekan-rekan setimnya sendiri terkagum-kagum. Winger AIK Taha Ayari berkomentar: “Dia seperti Lamine Yamal, wow. Terkadang saya benar-benar tak tahu apa yang akan ia lakukan, ketika ia masuk dan keluar, bolak-balik. Lalu saya cuma mundur dan membiarkannya melakukan aksinya.”

Kiper veteran Kristoffer Nordfeldt menegaskan hal senada bahwa “Biarkan saja dia melakukan aksinya,” seraya menambahkan: “Semua orang melihat bahwa ia memiliki X-factor yang luar biasa.”

Setelah bergabung dengan AIK di pertengahan musim pada Juli lalu, ia dimasukkan secara bertahap ke dalam susunan pemain inti. Hanya tiga dari enam penampilannya di liga yang berstatus sebagai starter, dan ia sempat diposisikan sebagai winger kiri serta bek kiri.

“Saya perlu beradaptasi dengan intensitas permainan,” katanya. “Kenyataan bahwa saya diizinkan bermain di posisi lain memang sulit, tetapi menurut saya sebagai pesepak bola kamu tidak bisa mengatakan bahwa kamu hanya boleh bermain di posisi tertentu. Jadi, saya tenang-tenang saja. Saya tahu waktu saya akan tiba asalkan saya terus bekerja keras.”

Ia selalu tampil dalam susunan pemain inti musim ini dan berhasrat memenangi penghargaan pencetak gol terbanyak liga sebelum ia hengkang ke Brighton pada pekan ketujuh musim berjalan.

Kekuatan terbesar

Brighton & Hove Albion v AS Roma - Pre-Season Friendly

Sebagai winger inverted berkaki kiri yang beroperasi terutama di sisi kanan dalam formasi 4-3-3, Yohanna bisa menjadi mimpi buruk bagi para bek sayap. Dorongan eksplosif dan kontrol bola rapatnya membuatnya sulit dihadapi dalam situasi satu lawan satu, tetapi ia telah menunjukkan bahwa ia mampu melewati dua pemain sekaligus.

“Ia memiliki deretan kelebihan yang mengesankan, termasuk kemampuan dribel, teknik jarak dekat, kemampuan satu lawan satu yang luar biasa, dan kaki kiri yang sensitif,” kata Fredrik Wisur Hansen, manajer pemandu bakat AIK, kepada Expressen.

Dengan memotong ke dalam menuju kaki kirinya yang lebih kuat, ia memiliki teknik tembakan yang tajam serta ketajaman mata dalam mengirim bola-bola penetratif ke area penalti.

Yohanna juga memanfaatkan tinggi badannya dengan baik di dalam kotak penalti saat ia bergeser ke tiang jauh setiap kali AIK menyerang lewat sisi sayap yang berlawanan. Keunggulan udaranya terlihat lewat sundulan krusialnya dalam hasil imbang melawan Elfsborg di liga, dan ia mencetak satu lagi dalam kekalahan di perempat final Svenska Cupen.

Kesadaran ruangnya juga memungkinkan ia bergeser ke tengah dan beroperasi secara efektif sebagai gelandang serang.

Dalam waktu kurang dari setahun, Yohanna memberikan kesan yang cukup besar di sepak bola Swedia hingga menarik minat tim-tim Premier League lain. Newcastle dilaporkan mengajukan tawaran tahun ini dan Chelsea disebut berminat merekrutnya sebelum Brighton bergerak cepat dengan biaya transfer rekor Swedia dan kontrak lima tahun.

“Saya menantikan untuk bekerja sama dengan Zadok,” kata pelatih Fabian Hurzeler. “Setelah melihat pertandingan-pertandingannya dan atribut-atributnya, ia adalah pemain yang bisa memberi dampak pada pertandingan di sepertiga akhir lapangan.

“Ia masih muda dan akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan klub dan Premier League, tetapi ia adalah pemain yang menarik untuk ditonton dan ia membawa kreativitas yang kami tahu akan dinikmati para fans kami. Ia dinamis, memiliki kecepatan, dan gemar melewati lawan. Atribut dan kemampuannya akan menjadi tambahan nyata bagi opsi serangan kami.”

Ruang untuk perbaikan

FBL-ENG-ITA-PR-SERIEA-BRIGHTON-ROMA-FRIENDLY

Meski melejit dengan cepat, Yohanna masih muda dan belum teruji di level tinggi, serta harus terus berkembang di sejumlah aspek seiring adaptasinya dengan intensitas Premier League. Ia masih minim pengalaman, hanya mencatatkan 13 penampilan di liga Swedia, dan belum melakoni debutnya bersama Nigeria setelah AIK menghalanginya bergabung dengan skuad untuk Unity Cup di London pada Mei lalu.

Pengambilan keputusannya di sepertiga akhir lapangan harus lebih tajam jika ia ingin bersinar di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Ia jelas tidak akan mendapatkan waktu penguasaan bola seleluasa saat di Swedia dan akan membayar mahal setiap kesalahan serta sentuhan bola yang kurang rapi.

Disiplin bertahan dan penempatan posisinya tanpa bola juga akan diuji, tetapi penampilannya di Swedia menunjukkan tanda-tanda bahwa ia cocok dengan profil sistem pressing tinggi ala Brighton.

Apa selanjutnya?

FBL-ENG-ITA-PR-SERIEA-BRIGHTON-ROMA-FRIENDLY

Bagi Yohanna, keputusan untuk pindah ke Brighton adalah hal yang jelas. “Perkembangan, cara mereka mengembangkan para pemain,” ujarnya dalam wawancara pertamanya dengan media klub. “Saya tahu tim-tim yang menggunakan pemain muda, dan Brighton adalah salah satunya. Gaya bermain mereka akan sangat cocok untuk saya.”

Pemain berusia 19 tahun itu, yang tampil sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-0 Brighton atas Roma dalam laga persahabatan baru-baru ini, dipenuhi haru saat resmi menandatangani kontraknya. “Saya sangat bahagia karena saya tahu dari mana saya berasal,” katanya. “Saya ingin membuat keluarga saya bangga, dan itu sudah saya lakukan.”

Meskipun sangat pemalu di luar lapangan, ia mengakui bahwa ia menjadi canggung di tengah keramaian jika sendirian dan membutuhkan rekan setim untuk menemaninya ke sebuah pusat perbelanjaan di Swedia, sosoknya di lapangan justru tak kenal takut.

“Saya ingin bermain di liga-liga terbesar dan di Liga Champions,” ujarnya.

Dengan Brighton yang membuktikan diri sebagai salah satu batu loncatan terbaik di benua ini bagi talenta muda, serta memiliki ambisi Eropa mereka sendiri, ia mungkin akan mewujudkan mimpi itu dalam waktu dekat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *