Pemain internasional Georgia yang begitu berbakat ini menonjol di antara rekan-rekan seangkatannya lewat perpaduan kecemerlangan teknis dan keberanian tanpa rasa takut.
Paris Saint-Germain kembali meraih trofi pada Rabu malam, menaklukkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Stadion Salzburg di Austria untuk mempertahankan Piala Super UEFA. Skuad Villa besutan Unai Emery yang pincang tampil sangat baik, dengan Brain Madjo yang berusia 17 tahun membuat lini belakang PSG kerepotan, tetapi pada akhirnya mereka ditumbangkan oleh satu orang: Khvicha Kvaratskhelia yang tak terbendung.
Ia memecah kebuntuan pada menit ke-20 dengan gol menakjubkan yang datang tiba-tiba. Desire Doue mengirim umpan kepada mantan bintang Napoli itu di sisi jauh kotak penalti, lalu ia melakukan dua sentuhan cepat untuk mengecoh Matty Cash sebelum melepaskan tendangan keras kaki kanan yang mematikan, yang telah bersarang melewati kiper Villa Marco Bizot sebelum ia sempat mengibaskan lengannya.
Hanya sedikit pemain yang mampu tampil begitu brilian, tetapi Kvaratskhelia bisa memberikan pukulan telak semacam itu kapan saja. Ia adalah penyelesai akhir yang mematikan dengan kedua kaki dan menggiring bola dengan kecepatan penuh ke arah para bek sembari tetap menguasai bola sepenuhnya, dengan keanggunan yang memanjakan mata.
Villa benar-benar tak sanggup meladeninya. Kvaratskhelia menjadi ancaman konstan saat menguasai bola dan pengganggu saat tanpa bola, ditarik keluar pada menit ke-88 dengan catatan tiga aksi melewati lawan yang sukses, tiga tembakan, lima kemenangan duel, dan sembilan sentuhan di area penalti.
Ia tidak akan memenangi Ballon d’Or 2026, tetapi itu sebenarnya tidak penting. Jika kita hanya menilai dari apa yang terlihat, tak ada pemain lain di dunia sepak bola yang beroperasi pada level yang sama.




