Lionel Messi dan Kylian Mbappe gagal meraih penghargaan Gol Terbaik Piala Dunia, karena gol ikonik melawan Argentina-lah yang berhasil merebut penghargaan tersebut
Bintang Cabo Verde mengungguli para ikon kelas dunia
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/07/04/c7efd855470dd6f888c9585b8a894c86-000_B98Q48H.jpg)
FIFA telah mengonfirmasi bahwa gol menakjubkan Cabral melawan Argentina di babak 32 besar terpilih sebagai “Hyundai Goal of the Tournament” untuk Piala Dunia 2026. Bek berusia 23 tahun kelahiran Rotterdam ini menampilkan momen kehebatan individu yang memukau para penggemar di seluruh dunia, sehingga pada akhirnya ia berhasil memuncaki daftar nominasi yang juga mencakup Messi, Mbappé, dan Julián Álvarez.
Gol tersebut diawali dengan gerakan berani di mana Lopes Cabral mengelabui Alexis Mac Allister sebelum melepaskan tendangan melengkung yang melewati Emiliano Martinez dan mengarah ke sudut atas gawang.
Penghargaan bersejarah ini menempatkannya dalam jajaran elit para pemenang sebelumnya, termasuk James Rodriguez, Benjamin Pavard, dan Richarlison.
Mengalahkan para raksasa dan perayaan yang penuh emosi
Pentingnya gol tersebut semakin ditonjolkan oleh pihak lawan, karena Cabo Verde saat itu berhadapan dengan tim yang kelak menjadi finalis di Miami. “Ketika aku menengadah dan melihat bola itu melesat ke sudut atas gawang, aku berpikir, ‘Apa yang baru saja aku lakukan?’ Aku tak bisa mempercayainya,” kata Lopes Cabral saat menceritakan momen perayaan tersebut.
Ibu Cabral akhirnya pulih setelah ditangani oleh orang-orang di sekitarnya, tetapi kejadian tersebut mengingatkan pada kejadian saat ibu Lilian Thuram pingsan selama Piala Dunia 1998.
Gol itu sendiri menonjol karena tingkat kesulitannya secara teknis, terutama karena dicetak oleh seorang bek sayap. “Saya mulai berlari tanpa berpikir panjang. Baru kemudian saya sadar bahwa saya baru saja mencetak gol spektakuler di Piala Dunia,” kata Cabral.
Pengakuan dari seorang legenda Brasil
Kualitas gol tersebut begitu menonjol hingga menarik perhatian legenda Real Madrid dan Brasil, Marcelo, yang secara pribadi menghubungi sang pemenang. Lopes Cabral mengungkapkan bahwa Marcelo, salah satu idola dalam kariernya, mengirimkan pesan ucapan selamat yang menegaskan bahwa ia telah memilih gol yang dicetak pemain asal Cabo Verde tersebut. “Dia adalah salah satu idola terbesar saya. Saya selalu mengaguminya.
Pesan dari Marcelo merupakan pujian yang luar biasa bagi mantan pemain divisi kelima Jerman tersebut. Menurut Lopes Cabral, ikon Brasil itu berkata kepadanya: “Sungguh menyenangkan melihatmu bermain; kamu benar-benar hebat.” Pengakuan ini menjadi pengakuan tertinggi bagi seorang pemain yang, hanya tiga tahun sebelumnya, menjalani gaya hidup yang jauh lebih sederhana sambil berjuang untuk berhasil di dunia sepak bola profesional.
Menyempurnakan kisah nyata dari kemiskinan menuju kekayaan
Perjalanan Lopes Cabral menuju puncak penghargaan individu Piala Dunia tak ubahnya sebuah dongeng. Beberapa musim lalu, ia masih berkompetisi di divisi bawah sepak bola Jerman, jauh dari sorotan lampu Stadion Miami dan 65.000 penonton yang menyaksikan gol spektakulernya.
Meskipun Messi dan Argentina akhirnya melaju ke final, di mana mereka dikalahkan oleh Spanyol, trofi Gol Terbaik Turnamen yang dibawa pulang ke Cabo Verde tetap menjadi bagian penting dari sejarah. Pemungutan suara penggemar, yang menempatkan Eldor Shomurodov di posisi kedua dan Wilson Isidor di posisi ketiga, semakin mengukuhkan gol Lopes Cabral sebagai momen ikonik di Piala Dunia.